Posted On Januari 8, 2026

Fakta dan Pelajaran dari Banjir Sumatra 2025

Admin Danesh 0 comments
Bebe >> Artikel >> Fakta dan Pelajaran dari Banjir Sumatra 2025

Fakta dan Pelajaran dari Banjir Sumatra 2025

Pada akhir November 2025, Pulau Sumatra dilanda bencana hidrometeorologi yang sangat parah berupa banjir bandang dan tanah longsor. Penyebab utamanya adalah curah hujan ekstrem yang turun hampir tanpa henti selama beberapa hari, hasil dari kondisi iklim yang dipengaruhi oleh fenomena atmosfer termasuk Siklon Tropis Senyar yang terbentuk di Selat Malaka. Curah hujan harian di beberapa wilayah bahkan melebihi 300 milimeter per hari, salah satu intensitas tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Situasi ini membuat sungai-sungai di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat meluap dan lereng perbukitan runtuh, sehingga air banjir bergerak cepat ke permukiman warga.

Banjir dan longsor terjadi secara simultan di berbagai daerah. Ribuan desa dan kota kecil tergenang air yang membawa lumpur, batu, dan kayu, memutus akses jalan, listrik, serta komunikasi. Banyak rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur vital rusak atau hancur akibat derasnya arus banjir. Ribuan warga pun terpaksa mengungsi ke tempat aman karena permukiman mereka tidak lagi layak huni.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa korban jiwa terus meningkat setiap hari selama fase awal bencana. Pada awal Desember 2025 jumlah korban meninggal dunia dilaporkan ratusan orang, dan dalam beberapa minggu angka ini terus bertambah hingga mendekati ribuan korban jiwa, sementara ratusan warga masih dinyatakan hilang dan jutaan lainnya terdampak secara langsung. Akses pengungsian juga mencapai ratusan ribu bahkan lebih dari satu juta orang di beberapa wilayah terdampak.

Penyebab bencana ini bukan hanya kondisi cuaca ekstrem. Para ahli hidrologi menyatakan bahwa kerusakan ekosistem hutan di hulu wilayah aliran sungai (DAS) dan praktik penggunaan lahan yang buruk (misalnya konversi hutan menjadi perkebunan) telah mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air hujan. Akibatnya air yang jatuh dari hujan deras langsung mengalir ke sungai tanpa penahan alami, memperparah banjir dan memicu longsor di lereng-lereng bukit.

Setelah fase tanggap darurat, pemerintah Indonesia memulai program rehabilitasi dan rekonstruksi 100 hari untuk membantu pemulihan kehidupan masyarakat serta membangun kembali infrastruktur yang rusak. Selain itu, terdapat usaha untuk memperbaiki kebijakan pengelolaan lingkungan seperti audit lingkungan dan peninjauan ulang perizinan yang terkait dengan penggunaan lahan.

Bencana banjir di Sumatra pada akhir 2025 merupakan tragedi besar yang dipicu oleh curah hujan ekstrem, dipengaruhi oleh siklon atmosfer, serta diperparah oleh degradasi lingkungan. Dampaknya sangat luas meliputi korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta dampak sosial-ekonomi yang besar. Pemulihan jangka panjang akan membutuhkan upaya terkoordinasi antara masyarakat, pemerintah, dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

 Reuters – Indonesia expects flood-stricken Sumatra to return to normal: https://www.reuters.com/business/environment/indonesia-president-expects-flood-stricken-sumatra-return-normal-2-3-months-2025-12-15/

 Reuters – Indonesia says more than $3 billion needed for recovery after floods: https://www.reuters.com/business/environment/indonesia-says-more-than-3-billion-recovery-funds-required-after-sumatra-floods-2025-12-08/

 KOMPAS.TV – Update Bencana Banjir & Longsor di Sumatera (YouTube): https://www.youtube.com/watch?v=iTqZfODrBYo YouTube

 BNPB – Laporan resmi penanganan banjir dan longsor (per 30 Nov 2025): https://www.bnpb.go.id/en/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-tanah-air-tanggal-30-november-2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Alpukat: Si Hijau Super yang Legit

Alpukat: Si Hijau Super yang Legit Siapa yang nggakkenal alpukat? Buah hijau yang banyak disukai…

Memahami Perilaku Debat & Dampaknya pada Psikologis Anak

Memahami Perilaku Debat & Dampaknya pada Psikologis Anak   1️. Pola Perilaku Anak dalam Debat…

Cara Membuat Kompos di Sekolah

Cara Membuat Kompos di Sekolah    🌿 1. Kumpulkan Sampah Organik Sisa sayur, buah, daun kering…