Posted On Januari 19, 2026

Pengelolaan Sampah Organik dan Nonorganik di Sekolah

Admin Danesh 0 comments
Bebe >> Lingkungan >> Pengelolaan Sampah Organik dan Nonorganik di Sekolah

Pengelolaan Sampah Organik dan Nonorganik di Sekolah

Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman, tetapi juga dapat berdampak pada kesejahteraan warga sekolah. Kegiatan ini dapat dilakukan di semua tempat, termasuk sekolah, sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual dan pembiasaan karakter. Sampah yang tidak dikelola dengan benar dapat menimbulkan bau, menjadi sumber penyakit, serta mencemari lingkungan. Sebaliknya, jika dikelola dengan bijak, sampah dapat bernilai guna, ekonomis, dan mendukung kesejahteraan bersama. Oleh karena itu, sekolah menerapkan sistem pengelolaan sampah dengan memisahkan sampah organik dan nonorganik yang melibatkan seluruh warga sekolah sebagai bagian dari Program Adiwiyata.
  1. Pengelolaan Sampah Organik
Sampah organik berasal dari sisa makhluk hidup yang mudah terurai, seperti sisa makanan, kulit buah, daun kering, dan rumput. Praktik nyata di sekolah:
  • Siswa membuang sisa makanan dan daun kering ke tempat sampah organik
  • Petugas kebersihan mengumpulkan sampah organik setiap hari
  • Sampah diolah menjadi kompos melalui komposter atau lubang biopori
  • Kompos dimanfaatkan untuk taman sekolah, tanaman TOGA, dan kebun belajar
Kegiatan ini dapat menjadi tugas proyek siswa, seperti mengamati proses pengomposan atau mencatat perubahan sampah menjadi pupuk.
  1. Pengelolaan Sampah Nonorganik
Sampah nonorganik sulit terurai, seperti plastik, kertas, kaleng, dan botol. Praktik nyata di sekolah:
  • Siswa memilah sampah sesuai jenisnya sejak dari kelas
  • Guru membimbing pemanfaatan kembali dan daur ulang
  • Petugas kebersihan mengumpulkan dan menyimpan sampah nonorganik terpilah
  • Sekolah bekerja sama dengan bank sampah atau komunitas daur ulang
  1. Pemanfaatan Sampah Kertas
Sampah kertas berasal dari kertas tugas, fotokopi, majalah, atau kertas kemasan. Contoh pemanfaatan di sekolah:
  • Amplop dari kertas bekas untuk surat internal
  • Buku catatan mini dari kertas satu sisi
  • Kertas daur ulang untuk karya seni
  • Hiasan kelas, kolase, dan mading sekolah
Kegiatan ini dapat menjadi tugas proyek siswa, seperti mengamati proses pengomposan, mencatat perubahan sampah menjadi pupuk, atau menghubungkannya dengan pelajaran IPA, Seni Budaya, Prakarya, Bahasa Indonesia, atau Projek P5.
  1. Pemanfaatan Sampah Plastik
Sampah plastik seperti botol minum dan kemasan makanan dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang berguna. Contoh pemanfaatan di sekolah:
  • Kotak pensil dari botol plastik
  • Pot tanaman untuk taman dan TOGA
  • Celengan kelas atau tempat penyimpanan kecil
  • Ecobrick untuk bangku, meja kecil, atau pembatas taman
  1. Peran Siswa dan Petugas Kebersihan
Peran siswa:
  • Membuang dan memilah sampah sesuai jenisnya
  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
  • Terlibat dalam piket kebersihan dan kegiatan daur ulang
  • Mengikuti proyek pembelajaran peduli lingkungan
Peran petugas kebersihan:
  • Mengumpulkan sampah terpilah dari seluruh area sekolah
  • Menjaga kebersihan tempat sampah dan area pengolahan
  • Membantu proses pengomposan dan penyimpanan sampah nonorganik
  • Berkoordinasi dengan guru dan tim Adiwiyata
Manfaat Pengelolaan Sampah Terpadu
  • Lingkungan sekolah lebih bersih, sehat dan nyaman
  • Volume sampah berkurang dan risiko penyakit menurun.
  • Menghemat biaya perawatan lingkungan pembelian pupuk.
  • Melatih kreativitas dan karakter peduli lingkungan siswa
  • Menjadi media pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
  • Memberikan nilai ekonomis melalui penjualan kompos dan hasil kerajinan daur ulang.
Pengelolaan sampah organik dan nonorganik bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah. Melalui praktik nyata dan pembiasaan sehari-hari, sekolah membangun budaya ramah lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus mengajarkan siswa untuk menangkap peluang usaha dari pengelolaan sampah.      

Related Post

Indikator dan Bukti Fisik Program Kantin Sehat

Indikator dan Bukti Fisik Program Kantin Sehat (Program Adiwiyata Sekolah)** Indikator Pelaksanaan Kebijakan Sekolah Sekolah…

Penggunaan Internet dan Gawai sebagai Pengganti Kertas dalam Pembelajaran

Penggunaan Internet dan Gawai sebagai Pengganti Kertas dalam Pembelajaran Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi memberikan…

Cara Membuat Kompos di Sekolah

Cara Membuat Kompos di Sekolah    🌿 1. Kumpulkan Sampah Organik Sisa sayur, buah, daun kering…