Pengelolaan Sampah Organik dan Nonorganik di Sekolah
Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman, tetapi juga dapat berdampak pada kesejahteraan warga sekolah. Kegiatan ini dapat dilakukan di semua tempat, termasuk sekolah, sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual dan pembiasaan karakter. Sampah yang tidak dikelola dengan benar dapat menimbulkan bau, menjadi sumber penyakit, serta mencemari lingkungan. Sebaliknya, jika dikelola dengan bijak, sampah dapat bernilai guna, ekonomis, dan mendukung kesejahteraan bersama. Oleh karena itu, sekolah menerapkan sistem pengelolaan sampah dengan memisahkan sampah organik dan nonorganik yang melibatkan seluruh warga sekolah sebagai bagian dari Program Adiwiyata.- Pengelolaan Sampah Organik
- Siswa membuang sisa makanan dan daun kering ke tempat sampah organik
- Petugas kebersihan mengumpulkan sampah organik setiap hari
- Sampah diolah menjadi kompos melalui komposter atau lubang biopori
- Kompos dimanfaatkan untuk taman sekolah, tanaman TOGA, dan kebun belajar
- Pengelolaan Sampah Nonorganik
- Siswa memilah sampah sesuai jenisnya sejak dari kelas
- Guru membimbing pemanfaatan kembali dan daur ulang
- Petugas kebersihan mengumpulkan dan menyimpan sampah nonorganik terpilah
- Sekolah bekerja sama dengan bank sampah atau komunitas daur ulang
- Pemanfaatan Sampah Kertas
- Amplop dari kertas bekas untuk surat internal
- Buku catatan mini dari kertas satu sisi
- Kertas daur ulang untuk karya seni
- Hiasan kelas, kolase, dan mading sekolah
- Pemanfaatan Sampah Plastik
- Kotak pensil dari botol plastik
- Pot tanaman untuk taman dan TOGA
- Celengan kelas atau tempat penyimpanan kecil
- Ecobrick untuk bangku, meja kecil, atau pembatas taman
- Peran Siswa dan Petugas Kebersihan
- Membuang dan memilah sampah sesuai jenisnya
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
- Terlibat dalam piket kebersihan dan kegiatan daur ulang
- Mengikuti proyek pembelajaran peduli lingkungan
- Mengumpulkan sampah terpilah dari seluruh area sekolah
- Menjaga kebersihan tempat sampah dan area pengolahan
- Membantu proses pengomposan dan penyimpanan sampah nonorganik
- Berkoordinasi dengan guru dan tim Adiwiyata
- Lingkungan sekolah lebih bersih, sehat dan nyaman
- Volume sampah berkurang dan risiko penyakit menurun.
- Menghemat biaya perawatan lingkungan pembelian pupuk.
- Melatih kreativitas dan karakter peduli lingkungan siswa
- Menjadi media pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
- Memberikan nilai ekonomis melalui penjualan kompos dan hasil kerajinan daur ulang.
Categories: