Upaya Penanganan Sampah di Sekolah dengan Prinsip 5R
Masalah sampah bukan hanya tugas petugas kebersihan. Setiap warga sekolah bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Salah satu cara efektif adalah menerapkan prinsip 5R: Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang), Refuse (menolak), dan Replace (mengganti).
- Reduce (Mengurangi) Kurangi penggunaan barang sekali pakai, seperti plastik atau styrofoam. Contohnya, gunakan tempat minum dan kotak makan sendiri. Mengurangi sampah sejak awal membuat sekolah lebih bersih dan lingkungan lebih sehat.
- Reuse (Menggunakan Kembali) Gunakan kembali barang-barang yang masih layak pakai. Botol plastik, kardus, atau kertas bisa dimanfaatkan untuk kerajinan atau media belajar.
- Recycle (Mendaur Ulang) Daur ulang sampah yang tidak bisa digunakan langsung. Sampah kertas, plastik, atau botol bisa dikumpulkan dan diolah menjadi bahan baru. Sekolah bisa bekerja sama dengan bank sampah atau komunitas daur ulang.
- Refuse (Menolak) Tolak penggunaan barang yang tidak ramah lingkungan, seperti kantong plastik atau sedotan sekali pakai saat kegiatan sekolah.
- Replace (Mengganti) Ganti barang yang tidak ramah lingkungan dengan alternatif yang lebih aman bagi alam. Misalnya, gunakan tas kain, sedotan stainless, atau peralatan makan dari bambu.
- Bijak membeli barang agar tidak menjadi sampah.
- Memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang.
- Membawa kotak makan dan botol minum sendiri untuk mengurangi sampah sekali pakai.
- Mengubah sampah menjadi benda berguna, seperti kerajinan dari kardus, botol, atau kertas bekas.
- Mengikuti kegiatan daur ulang atau bank sampah di sekolah.
- Kantin menyediakan piranti makan dan minum yang dapat digunakan kembali.
- Koperasi sekolah menjual makanan atau minuman yang bebas sampah plastik.
Categories: