Kota Malang: Dari Masa Lampau hingga Masa Kini
Kota Malang adalah salah satu pusat pendidikan terpenting di Indonesia, dengan lebih dari 60 perguruan tinggi dan ratusan ribu mahasiswa yang datang dari berbagai penjuru Nusantara. Sebagai wilayah yang berada pada episentrum Malang Raya, Kota Malang juga menjadi pusat perdagangan, jasa, dan destinasi wisata yang strategis di Jawa Timur, dengan aksesibilitas dan akomodasi yang sangat baik. Dengan potensi sumber daya manusia yang luar biasa, Kota Malang saat ini tumbuh sebagai Kota Kreatif yang dinamis. Kota ini adalah tempat di mana keberagaman dirawat dengan budaya dan toleransi, serta menjadi rumah bagi setiap insan untuk menggapai potensi terbaiknya.
Masa Kerajaan dan Kolonial
Sejak tahun 1767, wilayah Malang dikuasai oleh VOC. Pada tahun 1821, pusat pemerintahan Belanda dipusatkan di sekitar Kali Brantas, dan tiga tahun kemudian Malang memiliki Asisten Residen. Pada tahun 1882, rumah-rumah mulai dibangun di bagian barat kota, dan alun-alun pun mulai didirikan. Tanggal 1 April 1914, Malang resmi ditetapkan sebagai Gemeente atau Kotapraja, dan pada 1 Juli 1919, H. I. Bussemaker menjadi wali kota pertama. Kota ini kemudian mengalami pendudukan Jepang pada 8 Maret 1942.
Masa Kolonial dan Kemerdekaan
Pada tanggal 21 September 1945, Malang resmi menjadi bagian dari wilayah Republik Indonesia. Namun, pada 22 Juli 1947, kota ini sempat diduduki Belanda dalam Agresi Militer. Pemerintah Republik Indonesia kembali memasuki Malang pada 2 Maret 1950. Selanjutnya, pada 20 Mei 1953, Presiden Soekarno meresmikan Aloon-Aloon Boender, yang juga dikenal sebagai Aloon-Aloon Toegoe. Pada 30 Oktober 1951, lambang Kota Malang diganti menjadi Burung Garuda yang membentangkan sayapnya berwarna kuning emas. Kemudian pada tahun 1964, lambang ketiga Malang ditetapkan yang berlaku hingga saat ini, dengan semboyan Malangkuçeçwara yang berarti “Tuhan menghancurkan yang bathil, menegakkan yang benar”.
Masa Tahun 70-an hingga 80-an
Pada tahun 1962, dalam Sidang Paripurna DPR Gotong Royong Kotapraja Malang, perencanaan pembangunan kota diarahkan menjadi Kota Pendidikan atau Kota Pelajar, Kota Pariwisata, dan Kota Industri. Tiga pokok ini kemudian disebut sebagai Tri Bina Cita Kota Malang, yang menjadi cita-cita masyarakat untuk dibina dan diwujudkan dalam pembangunan kota secara menyeluruh.
Masa Milenial
Sejak 1 Januari 2001, Kota Malang secara resmi memiliki susunan pemerintahan di bawah Republik Indonesia, menjadikannya sebagai Pemerintah Kota Malang dengan struktur pemerintahan yang jelas. Meskipun begitu, Hari Jadi Kota Malang tetap diperingati setiap tanggal 1 April sebagai pengingat sejarah panjang kota ini. Di era milenial, Kota Malang terus berkembang menjadi pusat pendidikan, pariwisata, dan kreativitas. Kota ini dikenal sebagai Kota Kreatif yang dinamis, tempat di mana keberagaman dirawat dengan budaya dan toleransi, serta menjadi rumah bagi setiap insan untuk menggapai potensi terbaiknya.
Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang. Sejarah Malang. Diakses dari https://malangkota.go.id/sejarah-malang/