Posted On Januari 19, 2026

Cara Membuat Kompos di Sekolah

Admin Danesh 0 comments
Bebe >> Artikel , Lingkungan >> Cara Membuat Kompos di Sekolah

Cara Membuat Kompos di Sekolah

   🌿 1. Kumpulkan Sampah Organik
  • Sisa sayur, buah, daun kering dari kantin atau kelas.
πŸ›’οΈΒ 2. Siapkan Tempat Kompos
  • Bisa berupa tong, wadah khusus, atau lubang tanah di halaman sekolah.
βž•Β 3. Masukkan Sampah Organik
  • Masukkan secara bertahap agar proses penguraian merata.
🌱 4. Tambahkan Bahan Pengurai
  • Gunakan tanah, dedaunan kering, atau sekam padi.
πŸ”„Β 5. Aduk Rutin
  • Aduk sampah agar proses penguraian merata dan tidak berbau.
πŸ’§6. Periksa Kelembapan
  • Pastikan tidak terlalu basah atau terlalu kering.
πŸŽ‰7. Panen Kompos
  • Setelah 4–6 minggu (tergantung bahan dan suhu), kompos siap digunakan untuk tanaman sekolah.
🌻Manfaat Kompos:
  • Mengurangi sampah organik sekolah.
  • Menjadi pupuk alami untuk tanaman.
  • Edukasi langsung bagi siswa tentang daur ulang dan lingkungan.
Kalau mau, aku bisa buatkan versi β€œsuper ringkas” satu halaman dengan ikon per langkah, supaya nanti mudah dikonversi menjadi poster atau infografik visual ketika limit image generation sudah reset. Mau aku buatkan versi ringkasnya juga? menjadi poster atau infografik visual sip! πŸ˜„ kita bisa buat versi poster/infografik visual satu halaman dari teks infografik kompos tadi. Aku buatkan konsep visual vertikal, cerah, ramah anak, tiap langkah pakai ikon sederhana sehingga mudah dibaca siswa: Poster Infografik: Cara Membuat Kompos di Sekolah Judul: 🌿 Cara Membuat Kompos di Sekolah Langkah-langkah (dengan ikon per langkah):
  1. 🌿 Kumpulkan Sampah Organik – sisa sayur, buah, daun kering.
  2. πŸ›’οΈ Siapkan Tempat Kompos – tong, wadah khusus, atau lubang tanah.
  3. βž• Masukkan Sampah Organik – bertahap agar merata.
  4. 🌱 Tambahkan Bahan Pengurai – tanah, dedaunan, atau sekam padi.
  5. πŸ”„ Aduk Rutin – agar penguraian merata dan tidak berbau.
  6. πŸ’§ Periksa Kelembapan – jangan terlalu basah atau kering.
  7. πŸŽ‰ Panen Kompos – setelah 4–6 minggu, siap digunakan untuk tanaman.
Manfaat Kompos:
  • Mengurangi sampah organik di sekolah.
  • Menjadi pupuk alami untuk tanaman.
  • Media edukasi siswa tentang daur ulang dan lingkungan.
Desain Visual:
  • Layout vertikal, warna cerah hijau & coklat.
  • Ikon per langkah (sampah, tong, bahan pengurai, alat aduk, tetesan air, panen).
  • Font besar dan jelas untuk mudah dibaca siswa.

Related Post

Memahami Perilaku Debat & Dampaknya pada Psikologis Anak

Memahami Perilaku Debat & Dampaknya pada Psikologis Anak Β  1️. Pola Perilaku Anak dalam Debat…

Penggunaan Internet dan Gawai sebagai Pengganti Kertas dalam Pembelajaran

Penggunaan Internet dan Gawai sebagai Pengganti Kertas dalam Pembelajaran Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi memberikan…

Fakta dan Pelajaran dari Banjir Sumatra 2025

Fakta dan Pelajaran dari Banjir Sumatra 2025 Pada akhir November 2025, Pulau Sumatra dilanda bencana…