Posted On Januari 19, 2026

Pemanfaatan Lahan Sekolah untuk Tanaman Obat dan Edukasi

Admin Danesh 0 comments
Bebe >> Lingkungan >> Pemanfaatan Lahan Sekolah untuk Tanaman Obat dan Edukasi

Pemanfaatan Lahan Sekolah untuk Tanaman Obat dan Edukasi

Lahan sekolah yang terbatas bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman obat. Tanaman ini dapat digunakan langsung atau diolah untuk kebutuhan warga sekolah. Selain itu, kegiatan menanam juga menjadi sarana edukasi bagi siswa. Mereka bisa mengenal berbagai tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan, sekaligus belajar merawat lingkungan. Jika kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan, lahan sekolah mampu mendukung program Adiwiyata—bukan hanya tentang sekolah bersih dan hijau, tapi juga memanfaatkan lahan secara produktif dan bermanfaat. Beberapa jenis tanaman obat yang mudah ditanam di sekolah beserta manfaatnya:
  • Kunyit – usia panen 8–10 bulan. Perawatan: siram rutin, tanah gembur, sinar matahari cukup. Manfaat: antiinflamasi, membantu pencernaan, dan meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Jahe – usia panen 8–10 bulan. Perawatan: siram 2–3 kali sehari, tanah lembap dan kaya humus. Manfaat: menghangatkan tubuh, mengatasi mual, dan meningkatkan metabolisme.
  • Temulawak – usia panen 9–12 bulan. Perawatan: tanah subur, siram rutin, cukup sinar matahari. Manfaat: menjaga kesehatan hati, melancarkan pencernaan, dan sebagai antioksidan.
  • Lidah Buaya – usia panen 6–8 bulan. Perawatan: tanah kering tapi cukup air, tidak perlu banyak pupuk. Manfaat: menyehatkan kulit, mengatasi luka ringan, dan melembapkan rambut.
  • Daun Sirih – usia panen 3–4 bulan. Perawatan: tanah lembap, tempat teduh, rajin dipangkas. Manfaat: antiseptik alami, menjaga kesehatan mulut, dan mengatasi masalah kulit.
  • Pegagan – usia panen 2–3 bulan. Perawatan: tanah lembap, penyiraman teratur, sinar matahari tidak terlalu terik. Manfaat: meningkatkan konsentrasi, membantu penyembuhan luka, dan menenangkan pikiran.
Lahan sekolah yang tadinya kosong bisa diubah menjadi taman belajar interaktif. Siswa dapat belajar:
  • Mengenal berbagai jenis tanaman obat,
  • Memahami cara menanam dan merawat tanaman,
  • Mengetahui usia panen dan manfaat tanaman,
  • Mempraktikkan ilmu herbal secara langsung.
Selain edukasi, kegiatan ini menumbuhkan kepedulian lingkungan. Menanam sendiri membuat siswa sadar akan pentingnya menjaga alam, memahami siklus hidup tanaman, dan menghargai hasil bumi. Tanaman obat juga bisa menjadi alternatif pengobatan alami di rumah, menambah pengetahuan praktis yang bermanfaat sehari-hari. Dengan lahan hijau yang produktif, sekolah tidak hanya tampak asri, tapi juga menjadi ruang belajar yang hidup. Tanaman obat menjadi guru yang sabar, mengajarkan kesabaran, tanggung jawab, dan cinta lingkungan—tanpa buku tebal, cukup dari pengalaman langsung. Program Adiwiyata dengan pemanfaatan lahan untuk tanaman obat bukan sekadar formalitas. Ini adalah investasi pendidikan, kesehatan, dan kepedulian lingkungan. Anak-anak belajar, alam terjaga, dan manfaatnya bisa dirasakan semua orang.

Related Post

Cara Membuat Kompos di Sekolah

Cara Membuat Kompos di Sekolah    🌿 1. Kumpulkan Sampah Organik Sisa sayur, buah, daun kering…

Pengelolaan Sampah Organik dan Nonorganik di Sekolah

Pengelolaan Sampah Organik dan Nonorganik di Sekolah Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menciptakan lingkungan…

Upaya Penanganan Sampah di Sekolah dengan Prinsip 5R

Upaya Penanganan Sampah di Sekolah dengan Prinsip 5R Masalah sampah bukan hanya tugas petugas kebersihan.…