{"id":215,"date":"2026-01-13T03:53:16","date_gmt":"2026-01-13T03:53:16","guid":{"rendered":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/?p=215"},"modified":"2026-01-13T03:53:16","modified_gmt":"2026-01-13T03:53:16","slug":"sore-di-tepi-sungai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/2026\/01\/13\/sore-di-tepi-sungai\/","title":{"rendered":"Sore di Tepi Sungai"},"content":{"rendered":"<p><strong>Sore di Tepi Sungai<\/strong><\/p>\n<p>\u201cNilaimu turun lagi, Ucok. Kalau begini terus, Ibu panggil orang tuamu.\u201d<\/p>\n<p>Aku menunduk. Bel pulang berbunyi, tapi kepalaku justru makin berisik. Aku sudah bisa menebak, sore ini Ayah pasti akan bertanya hal yang sama.<\/p>\n<p>Suara Bu Guru masih terngiang di kepalaku saat aku melangkah keluar kelas. Sore itu, aku pulang dengan kepala penuh dan langkah berat<\/p>\n<p>Di rumah, suasana tidak jauh berbeda.<\/p>\n<p>\u201cKamu itu pulang sekolah langsung main terus,\u201d kata Ibu sambil melipat baju.<br \/>\n\u201cAku capek,\u201d jawabku pelan.<br \/>\n\u201cCapek apa? Duduk di kelas?\u201d<\/p>\n<p>Aku diam.<br \/>\nMenjelaskan rasanya malah bikin panjang.<\/p>\n<p>Aku masuk ke gudang kecil di samping rumah. Entah kenapa kakiku melangkah ke sana. Di sudut ruangan, joran lama itu masih ada. Agak berdebu, tapi utuh.<\/p>\n<p>\u201cMasih inget caranya nggak, sih?\u201d gumamku sambil tersenyum sendiri.<\/p>\n<p>Sore itu aku tidak izin siapa-siapa. Aku hanya bilang pada ibu, \u201cKe belakang sebentar.\u201d<br \/>\nSungai kecil dekat rumah tampak sepi. Aku duduk, menyiapkan kail seadanya, lalu melempar umpan.<\/p>\n<p>Plung.<\/p>\n<p>Pelampung mengapung. Diam.<\/p>\n<p>Aku menunggu. Tidak sambil mengeluh. Tidak sambil mengingat omelan. Aku hanya melihat air dan menarik napas panjang.<\/p>\n<p>\u201cEh, nggak belajar?\u201d<br \/>\nSuara itu membuatku menoleh. Ayah berdiri beberapa langkah dariku.<\/p>\n<p>\u201cSebentar,\u201d jawabku jujur.<\/p>\n<p>Ayah tidak marah. Ia hanya duduk di sampingku.<br \/>\n\u201cDapet ikan?\u201d<br \/>\nAku menggeleng.<br \/>\nAyah tersenyum. \u201cNggak apa-apa.\u201d<\/p>\n<p>Kami diam lagi.<\/p>\n<p>Pelampung bergerak sedikit, lalu tenang kembali. Ikan tidak menyambar. Tapi kepalaku terasa lebih ringan. Dadaku tidak sesak seperti tadi.<\/p>\n<p>\u2018Maaf ayah jika nilai Ucok belum memuasakan\u2019, kataku lirih. Ucok janji akan bberusaha dan belajar lebih tekun. Akhirnya akau memberanikan diri berkata jujur pada Ayah.<\/p>\n<p>\u201cAyah percaya, kamu pasti dapat mengejar ketertingalanmu asal lebih pandai mengatur waktu, Bermain gim dan menonton televisi boleh-boleh saja asal porsinya tidak berlebihan. Jangan lupa tidurlah lebih awal agar tubuh dan pikiranmu lebih segar di sekolah\u201d. Hibur ayah menengkanku.<\/p>\n<p>\u201cBaik Ayah sahutku perlahuan, \u201cTerima kasih\u201d<\/p>\n<p>Saat matahari mulai turun, aku berdiri.<br \/>\n\u201cPulang?\u201d tanya Ayah.<br \/>\n\u201cIya.\u201d<\/p>\n<p>Aku pulang tanpa membawa ikan. Tapi langkahku lebih ringan dari saat berangkat.<\/p>\n<p>Sejak hari itu, joran itu tidak lagi kusimpan di gudang.<br \/>\nAku taruh dekat pintu.<\/p>\n<p>Bukan karena aku ingin kabur dari masalah,<br \/>\ntapi karena aku tahu\u2014<br \/>\nkadang, pikiran hanya perlu ditenangkan<br \/>\nsebelum kembali belajar dan menghadapi hari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sore di Tepi Sungai \u201cNilaimu turun lagi, Ucok. Kalau begini terus, Ibu panggil orang tuamu.\u201d Aku menunduk. Bel pulang berbunyi, tapi kepalaku justru makin berisik. Aku sudah bisa menebak, sore ini Ayah pasti akan bertanya hal yang sama. Suara Bu Guru masih terngiang di kepalaku saat aku melangkah keluar kelas. Sore itu, aku pulang dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-215","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-cerpen"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=215"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":216,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215\/revisions\/216"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=215"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=215"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=215"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}