{"id":387,"date":"2026-02-05T22:27:36","date_gmt":"2026-02-05T22:27:36","guid":{"rendered":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/?p=387"},"modified":"2026-02-05T22:27:36","modified_gmt":"2026-02-05T22:27:36","slug":"mangga-pak-burhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/2026\/02\/05\/mangga-pak-burhan\/","title":{"rendered":"Mangga Pak Burhan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Mangga Pak Burhan<\/strong><\/p>\n<p>Di halaman rumah Pak Burhan, tumbuh pohon mangga besar yang selalu jadi perhatian anak-anak di kampung. Buahnya manis dan sangat menggoda.<\/p>\n<p>Hari itu, Ruly dan teman-temannya sedang bermain.<\/p>\n<p>\u201cLihat! Ada mangga di atas pohon, sudah besar-besar!\u201d teriak Bimo, teman yang paling bandel.<\/p>\n<p>Ruly menatap Bimo serius.<br \/>\n\u201cEh, jangan ambil dulu! Itu milik Pak Burhan, belum waktunya.\u201d<\/p>\n<p>Bimo cuma nyengir.<br \/>\n\u201cAh, kita ambil diam-diam, Rul? Cuma sedikit kok, nggak ada yang lihat ini!\u201d<\/p>\n<p>Ruly menghela napas, bimbang sebentar, lalu tersenyum nakal.<br \/>\n\u201cOke, kalau begitu kita ambil hati-hati ya, jangan sampai Pak Burhan tahu.\u201d<\/p>\n<p>Mereka mengendap-endap, memanjat, dan hampir tergelincir.<\/p>\n<p>\u201cHei, jangan berisik nanti ketahuan!\u201d setengah berbisik Kiki yang menunggu di bawah.<\/p>\n<p>Sesekali Bimo tergelincir di akar pohon, Ruly hampir jatuh karena ranting patah.<\/p>\n<p>Bimo menggapai mangga paling atas.<br \/>\n\u201cEh, itu buat aku duluan!\u201d teriaknya.<\/p>\n<p>\u201cTidak! Aku yang lihat pertama!\u201d balas Ruly sambil menahan tangan Bimo.<\/p>\n<p>Kiki yang berada di bawah mencoba menengahi.<br \/>\n\u201cStop, kalian berdua! Jangan sampai jatuh!\u201d seru Kiki panik.<\/p>\n<p>Mangga hampir terjatuh, ranting berderak. Tiba-tiba terdengar:<br \/>\n\u201cHemm, hemm\u2026\u201d<\/p>\n<p>Pak Burhan muncul dari teras rumah. Kiki buru-buru bersembunyi di balik pagar daun, pasrah.<\/p>\n<p>\u201cTamatlah kita, Rul,\u201d gumam Bimo.<\/p>\n<p>Ruly sudah sampai di bawah dan akan lari, tapi keburu ditangkap Pak Burhan.<br \/>\n\u201cKalian, nakal ya ambil buah tanpa izin! Cepat turun!\u201d hardik Pak Burhan tegas, menunjuk Bimo yang masih di atas pohon.<\/p>\n<p>Ruly menunduk, Bimo hampir ingin menangis, Kiki muncul dengan gemetar.<br \/>\n\u201cMaaf, Pak, buah mangga Bapak sangat menggoda. Kami cuma ingin mencicipi sedikit\u2026\u201d kata Ruly cepat.<\/p>\n<p>Bimo menahan napas, wajahnya pucat karena takut.<\/p>\n<p>\u201cDiam kalian! Duduk semua!\u201d perintah Pak Burhan tegas.<\/p>\n<p>\u201cSini duduk di sini,\u201d kata Pak Burhan merendahkan suaranya. Ruly menurut, takut.<\/p>\n<p>Bimo yang ketakutan, celananya basah karena gugup.<br \/>\n\u201cKamu juga, ayo duduk di sini,\u201d ajak Pak Burhan.<\/p>\n<p>Tiba-tiba Kiki muncul karena tidak tega meninggalkan teman-temannya.<br \/>\n\u201cEh\u2026 kamu juga ikut-ikutan?\u201d seru Pak Burhan, terkejut melihat Kiki ternyata keponakannya.<\/p>\n<p>Setelah mereka duduk bertiga, Pak Burhan mengambil galah, memetik beberapa buah mangga yang agak masak, dan memberikannya kepada ketiganya.<br \/>\n\u201cIni untuk kalian. Lain kali jangan mengambil milik orang lain tanpa izin ya. Kalian bisa merusak batang dan menjatuhkan buah yang belum masak,\u201d nasihat Pak Burhan bijak.<\/p>\n<p>\u201cTerima kasih, Pak,\u201d jawab mereka serempak.<\/p>\n<p>\u201cSudah sana, pulang. Kamu, cepat ganti celanamu,\u201d lanjut Pak Burhan sambil menunjuk Bimo.<\/p>\n<p>Bimo tidak bisa menyembunyikan malunya, wajahnya memerah seperti kepiting rebus.<\/p>\n<p>Mereka semua tidak dapat menahan tawa. Sepanjang jalan pulang, mereka tertawa lepas sambil berjanji lain kali akan meminta izin sebelum mengambil buah tetangga.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mangga Pak Burhan Di halaman rumah Pak Burhan, tumbuh pohon mangga besar yang selalu jadi perhatian anak-anak di kampung. Buahnya manis dan sangat menggoda. Hari itu, Ruly dan teman-temannya sedang bermain. \u201cLihat! Ada mangga di atas pohon, sudah besar-besar!\u201d teriak Bimo, teman yang paling bandel. Ruly menatap Bimo serius. \u201cEh, jangan ambil dulu! Itu milik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-387","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-inspiratif"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/387","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=387"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/387\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":388,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/387\/revisions\/388"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=387"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=387"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=387"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}