{"id":395,"date":"2026-02-05T22:31:10","date_gmt":"2026-02-05T22:31:10","guid":{"rendered":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/?p=395"},"modified":"2026-02-07T00:04:40","modified_gmt":"2026-02-07T00:04:40","slug":"lkpd-interaktif-teks-naratif-cerpen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/2026\/02\/05\/lkpd-interaktif-teks-naratif-cerpen\/","title":{"rendered":"LKPD Interaktif \u2013 Teks Naratif (Cerpen)"},"content":{"rendered":"\n\n\n\n<strong>LKPD Interaktif \u2013 Teks Naratif (Cerpen)<\/strong>\r\n\r\n<strong>\ud83d\udcd8<\/strong><strong> Ringkasan Materi<\/strong>\r\n\r\n<strong>Bacalah ringkasan berikut untuk membantu memahami cerpen.<\/strong>\r\n\r\n<strong>Unsur intrinsik cerpen:<\/strong>\r\n<ul>\r\n \t<li>Tokoh<\/li>\r\n \t<li>Latar<\/li>\r\n \t<li>Alur (pengenalan \u2013 masalah \u2013 puncak \u2013 penurunan \u2013 penyelesaian)<\/li>\r\n \t<li>Konflik<\/li>\r\n \t<li>Amanat<\/li>\r\n \t<li>Sudut pandang<\/li>\r\n \t<li>Gaya bahasa (denotasi\/konotasi)<\/li>\r\n<\/ul>\r\n\ud83d\udca1 Materi lengkap: <em>(link web)<\/em>\r\n\r\n&nbsp;\r\n\r\n<strong>\ud83d\udcc4<\/strong><strong> Cerpen (Bahan Analisis)<\/strong>\r\n\r\n<strong>Bacalah cerpen berikut!<\/strong>\r\n\r\n<strong>Pelajaran Berharga Kiki<\/strong>\r\n\r\nKiki berdiri di depan cermin. Bayangannya tersenyum tipis, seolah memberi semangat untuk hari ini.\r\n\u201cAyo, Yah, kita berangkat!\u201d serunya antusias. Ia merasa hari ini akan berjalan menyenangkan.\r\n\r\nAyah tersenyum sambil menatap Kiki.\r\n\u201cIya, tentu. Kita tunggu Mama sebentar, ya. Dia masih bersiap.\u201d\r\n\r\nTak lama kemudian, mereka berangkat menuju Resto Sari Laut Taman Kota, tempat favorit keluarga itu untuk menghabiskan akhir pekan. Lima belas menit perjalanan terasa singkat karena Kiki terus bercerita. Setibanya di sana, suasana restoran tampak ramai. Hampir semua meja terisi pengunjung.\r\n\r\n\u201cWah, penuh sekali,\u201d kata Ibu sambil melihat ke sekeliling.\r\n\u201cDi sana, Bu,\u201d jawab Kiki cepat sambil menunjuk. \u201cAda meja kosong dekat pintu masuk.\u201d\r\n\r\nMereka segera menuju meja tersebut. Pramusaji terlihat sibuk melayani pesanan, sementara dari dapur terdengar suara piring dan wajan saling beradu. Aroma makanan laut memenuhi ruangan dan membuat perut Kiki semakin lapar.\r\n\r\nSetelah duduk, pramusaji datang mencatat pesanan. Kiki memilih menu tanpa ragu, sementara Ayah dan Ibu menambahkan beberapa lauk untuk dimakan bersama. Mereka mengobrol santai sambil menunggu makanan datang. Ayah sesekali menggoda Kiki sehingga suasana terasa hangat.\r\n\r\nTak lama kemudian minuman tersaji. Kiki tampak gelisah. Ia bangkit dari kursinya, melihat akuarium ikan, lalu kembali duduk. Rasa laparnya semakin terasa.\r\n\r\nSaat hidangan utama datang, mata Kiki berbinar. Gurami bakar mengepul hangat, udang goreng tersaji renyah, dan semangkuk tumis kangkung serta tauge diletakkan di tengah meja.\r\n\r\n\u201cSabar, kita berdoa dulu,\u201d kata Ayah mengingatkan.\r\n\r\nIbu mengambilkan sedikit sayur ke piring Kiki.\r\n\u201cCoba sedikit saja. Kamu masih dalam masa pertumbuhan,\u201d ujarnya.\r\n\r\nKiki menggeleng. \u201cAku nggak suka sayur.\u201d\r\n\r\nIbu terdiam. Ia tidak memaksa, meski raut wajahnya tampak kecewa. Kiki kembali makan, lebih memilih ikan dan udang.\r\n\r\nSaat sedang asyik makan, pandangan Kiki tertarik ke luar restoran. Di dekat meja bekas pengunjung berdiri seorang anak laki-laki seusianya. Bajunya lusuh dan tubuhnya kurus. Anak itu menoleh ke kanan dan kiri, lalu mendekati meja tersebut.\r\n\r\nDengan ragu, ia mengambil sisa tumis tauge dari piring yang ditinggalkan. Tangannya bergerak cepat, seolah takut ketahuan. Baru satu suap masuk ke mulutnya, seorang pramusaji datang menghampiri.\r\n\r\n\u201cHei, jangan di situ!\u201d bentaknya.\r\n\r\nAnak itu terkejut dan segera menjauh sambil menunduk. Ia berjalan ke trotoar dan duduk di sana.\r\n\r\nKiki berhenti mengunyah. Rasa laparnya tiba-tiba hilang. Ia menatap piringnya sendiri. Nasi masih tersisa, ikan belum habis, dan sayur hampir tak tersentuh. Dadanya terasa berat. Ia teringat betapa sering ia menyisakan makanan.\r\n\r\n\u201cAyah\u2026 Ibu\u2026 aku sudah cukup,\u201d ucapnya pelan.\r\n\u201cBolehkah makanan ini kita bungkus?\u201d\r\n\r\nIbu mengangguk.\r\n\r\nTak lama kemudian, bungkusan makanan berpindah ke tangan Kiki. Ayah menambahkan satu kantong minuman dingin.\r\n\r\n\u201cKalau kamu mau berbagi, lakukan dengan lengkap,\u201d kata Ayah.\r\n\r\nDi luar restoran, Kiki menghampiri anak laki-laki tadi.\r\n\u201cIni untukmu,\u201d ucapnya sambil menyerahkan bungkusan makanan.\r\n\r\nAnak itu menatap Kiki dengan mata berbinar.\r\n\u201cTerima kasih,\u201d katanya pelan.\r\n\r\nKiki hanya mengangguk. Ia berbalik dan melangkah pergi. Namun baru beberapa langkah, dadanya terasa sesak dan matanya panas.\r\n\r\n&nbsp;\r\n\r\n<strong>\ud83d\udcc4<\/strong><strong> Kegiatan Analisis<\/strong>\r\n\r\n<em>(Kerjakan di buku tulis atau template Canva <\/em><em>\ud83d\udcd8\ud83d\udcc4\u270f\ufe0f<\/em><em>)<\/em>\r\n\r\n<strong>Petunjuk:<\/strong>\r\nTuliskan semua jawaban secara lengkap dan rapi.\r\n<ol>\r\n \t<li>Siapa tokoh utama? Jelaskan wataknya!<\/li>\r\n \t<li>Sebutkan latar tempat dan waktu!<\/li>\r\n \t<li>Apa konflik utama cerita?<\/li>\r\n \t<li>Bagaimana penyelesaiannya?<\/li>\r\n \t<li>Apa amanat cerita?<\/li>\r\n \t<li>Tuliskan alur singkat (awal\u2013tengah\u2013akhir)!<\/li>\r\n \t<li>Buat sinopsis 5\u20137 kalimat!<\/li>\r\n<\/ol>\r\n&nbsp;\r\n\r\n<strong>\ud83d\udcc4<\/strong><strong> Evaluasi Online \u2013 Kuis Pemahaman<\/strong>\r\n\r\nKerjakan kuis di: <a href=\"http:\/\/www.thatquiz.org\"><strong>www.thatquiz.org<\/strong><\/a>\r\nMasukkan kode tes: <strong>KYFDZH2X<\/strong>\r\n\r\n<strong>YFDZH2X<\/strong>\n\n\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[22,8],"tags":[],"class_list":["post-395","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lkpd-kelas-9","category-serba-serbi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/395","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=395"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/395\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":407,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/395\/revisions\/407"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=395"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=395"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bebe.web.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=395"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}